HIMAHI UMM
Himpunan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang
HIMAHI UMM
Himpunan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang

Korsel Mulai Selidiki Lotte dan SK terkait Skandal Korupsi

Author : Administrator | Jum'at, 17 Maret 2017 00:09 WIB

Korsel Mulai Selidiki Lotte dan SK terkait Skandal Korupsi

 

Jakarta, CNN Indonesia -- Jaksa Korea Selatan mulai menyelidiki konglomerat domestik, Lotte Group dan SK Group, terkait skandal korupsi yang berujung pada pemakzulan Presiden Park Geun-hye.

Dilaporkan Yonhap, sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (15/3), sejumlah sumber yang tidak disebutkan namanya menduga ada kesepakatan ilegal antara Park dan dua konglomerat tersebut.

Sementara itu, seorang juru bicara SK menyatakan akan bekerja sama dalam penyelidikan tersebut. Di sisi lain, pihak Lotte belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar.

Di sisi lain, Park akan diperiksa pada pekan depan. Kantor kejaksaan melalui pesan singkat kepada media menyatakan pemeriksaan akan dilakukan pada 21 Maret, 9.30 waktu setempat.

Meski mantan presiden itu berkeras menampik keterlibatannya dalam skandal ini, pengacaranya mengatakan Park akan "secara aktif bekerja sama dalam penyelidikan ini."

Dia akan diperiksa sebagai tersangka atas dugaan persekongkolan dengan Choi Soon-sil, sahabatnya sendiri, demi menekan sejumlah konglomerat Korsel untuk menggelontorkan dana jutaan dolar pada dua yayasan pribadinya.

Sementara Choi telah lebih dulu ditahan atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan dan memanfaatkan kedekataannya dengan orang nomor satu Korsel sejak November lalu.

Sebelum menyeret Lotte dan SK, skandal korupsi ini lebih dulu menjerat bos Samsung Group, Jay Y Lee, yang merupakan salah satu pendonor terbesar yayasan Choi.

Lee ditahan sebagai terdakwa tuduhan penyuapan dan persekongkolan dengan pemerintah mengenai merger dua anak perusahaannya pada 2015 lalu.

Meski telah mendekam di penjara, Lee masih kerap dikunjungi banyak pengunjung, memungkinan dirinya tetap memainkan peran kunci dalam perusahaan.

Berdasarkan konstitusi Korsel, Lee sebagai terdakwa memang diperbolehkan bertemu dengan kuasa hukumnya tanpa batas waktu sesuai dengan jam besuk penjara.

Dia juga memiliki hak bertemu dengan pengunjung lain termasuk sejumlah eksekutif Samsung, setidaknya satu kunjungan dengan durasi 30 menit per hari atau 12 jam per bulan.

sumber : http://www.cnnindonesia.com/internasional/20170315142105-113-200297/korsel-mulai-selidiki-lotte-dan-sk-terkait-skandal-korupsi/

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image