PBB Kecam Konflik di Libya, Serukan Gencatan Senjata

Rabu, 17 April 2019 10:56 WIB   Administrator

 

 

 

Kerusakan gedung sekolah tampak setelah adanya serangan udara oleh pesawat-pesawat tempur di distrik Zara di Tripoli, Libya, 13 April 2019 (foto: Reuters/Hani Amara

Juru bicara PBB Stephane Dujarric pada hari Selasa mengatakan jumlah orang yang mengungsi akibat permusuhan di wilayah Tripoli telah meningkat mendekati 20.000 termasuk 2.500 lebih dalam 24 jam terakhir, sebagaimana dikatakan badan migrasi PBB.

Dujarric menambahkan 50 korban sipil sejauh ini telah dikonfirmasi termasuk 14 kematian.Bentrokan antara Tentara Nasional Libya (LNA) yang dibentuk sendiri dan milisi yang didukung pemerintah dan PBB, untuk menguasai ibukota telah berlangsung sejak 5 April, ketika pasukan LNA yang dipimpin oleh Khalifa Hifter, melancarkan serangan militer di Tripoli.

Tembakan mortar telah merusak rumah-rumah sipil, sekolah dan infrastruktur dan menyebabkan warga melarikan diri dari daerah konflik untuk menyelamatkan diri. "Misi Dukungan PBB di Libya mengecam peningkatan penggunaan senjata berat dan penembakan tanpa pandang bulu," kata Dujarric kepada awak media di New York pada Selasa. Ia menambahkan Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Libya, Ghassan Salame, sedang bekerja sama dengan pemerintah negara itu yang didukung PBB dan pihak-pihak lain, serta para pegiat internasional, untuk mendorong diakhirinya kekerasan.

Shared: