Agenda 21

Tahukah kalian apa itu Agenda 21?Agenda 21 adalah sebuah program yang digagas oleh UN (United Nations) untuk menangani permasalahan lingkungan dan pembangunan di seluruh dunia. Program ini pertama kali dicetuskan di KTT Bumi Rio Janeiro pada tahun 1992dan disepakati oleh 178 negara, termasuk Indonesia. Agenda 21 memuat empat pokok bahasan yaitu ekonomi dan sosial, pengelolaaan sumber daya, penguatan kelompok, dan pengembangan sarana implementasi. Dalam hal ini, negara-negara maju memberikan 0,7% GNP nya untuk membantu negara berkembang dalam pengelolaan lingkungan.

Agenda 21 juga memuat tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan dimana penggunaan teknologi dan eksploitasi sumber daya harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan. Hal ini bertujuan agar program pembangunan yang dijalankan dapat seimbang. Di dalam program ini, juga disebutkan tentang pemberdayaan masyarakat yang berbasis kepada pembangunan lingkungan jangka panjang. Mengapa dinamakan sebagai agenda 21? Karena tujuan utama dari program ini adalah mewujudkan program pembangunan lingkungan yang berkelanjutan pada abad 21 dimana polusi dan pencemaran lingkungan lainnya dapat teratasi. Peningkatan emisi gas karbon dan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari industialisasi dianggap sebagai permasalahan utama dalam program ini.

Namun, ada sebuah konspirasi menarik tentang hal itu. Agenda 21 tidak lain hanyalah alat yang digunakan oleh para elit global untuk mengontrol dunia. Program ini tidak lain hanyalah sebuah kedok untuk melakukan kegiatan-kegiatan kotor. Ada yang mengatakan bahwa salah satu alasan utama dibuat Agenda 21 adalah pertumbuhan dari populasi manusia. Populasi manusia yang mencapai 7 miliar jiwa telah menimbulkan malapetaka bagi peradaban manusia sendiri. Dunia sudah dianggap tidak mampu untuk menyediakan fasilitas yang memadai untuk penghuninya. Maka dari itu, dibuatlah sebuah program pengurangan populasi manusia hingga mencapai 500 juta orang atau lebih dikenal sebagai depopulasi manusia. Pembangunan berkelanjutan dengan berbasis lingkungan akan dijadikan sebagai kuda tunggangan bagi para elit untuk menggusur pemukiman-pemukiman penduduk yang dianggap mencemari lingkungan dan diubah menjadi hutan kota atau taman. Penduduk diusir dengan cara paksaan atau memantik kerusuhan di dalamnya. Mereka akan hidup terlunta-lunta di jalanan dan memilih melakukan kriminalitas cuma buat makan. Keamanan akan hilang dan kerusuhan akan menghancurkan negara tersebut. Ngeri bukan!!.

Bahkan, vaksin atau imunisasi yang sering diberikan ke bayi sejatinya adalah racun yang digunakan untuk mengurangi kemampuan bereproduksi. Dalam Agenda 21, pembangunan berkelanjutan diartikan sebagai mempertahankan jumlah manusia yang sesuai dengan kemampuan alam. Sedangkan, jumlah manusia yang bisa ditampung hanya 500 juta orang, maka sisanya harus dikurangi dengan membuat perang, kekacauan, dan kehancuran di negara-negara dunia. Apakah Indonesia Termasuk? Tunggu episode selanjutnya.

IR fact and Issue